Welcome to My Lovely Blog ♥

Welcome to My Lovely Blog ♥

Sebenernya blog ini mengisahkan hal-hal tidak penting dalam hidup saya. Namun, jika kamu adalah seorang kepopers bisa dibaca deeeeh. Enjoy it! ♥

Sabtu, 29 Desember 2012

22 November 2012


Dear diary,

Kalau boleh komentar mengenai diri rasanya kata “munafik” sudah melekat dalam diriku. Mengapa? Aku yang selalu bilang aku sudah lama melupakan sosok dia karena memang kita sudah lama berpisah, nyatanya tidak seperti itu yang ku rasa. Rasanya aku sangat bersemangat jika ada orang lain yang mengajakku bicara untuk membahas tentangnya, dengan begitu aku dapat mengobati rasa kangen yang setiap hari semakin membesar semenjak perpisahan itu. Memang setelah perpisahan itu, aku sudah dua kali mencoba tuk menjalin cerita dengan yang lain. Namun tak dapat bertahan lama, dan tetap saja perasaan untukmu belum hilang. Dan kau pun sudah beberapa kali menjalin cerita dengan orang baru. Berbeda. Aku sudah sering mendengar kata itu yang kini telah menggambarkan kamu yang sekarang. Mereka bilang kini kamu “sok”, “belagu”, dan “gampang pindah hati”. Kata-kata sejenis itu yang sering mampir di telingaku. Awalnya aku tidak percaya. Aku selalu mengelak setiap informasi mengenai kamu dari orang-orang. Aku selalu meyakinkan pada diri sendiri “Aku tahu kamu, aku kenal bagaimana kamu, dan kamu tak mungkin seperti itu”. Rasanya informasi dari orang orang yang intinya selalu menggambarkan perubahan kamu yang sekarang semakin banyak, namun itu tak mampu mengubah kesan yang sudah kamu buat dan telah melekat dalam diri tentang kamu sampai aku harus mengalaminya sendiri. Sampai suatu hari, kamu menitipkan salam melalui teman sekelasku. Jujur aku senang mendapatkan berita itu. Namun di sisi lain, temanku bercerita bahwa kamu tidak menganggapku sebagai masa lalumu. Kamu bilang “kalo mantan mah dulu sekarang sahabat”. Dari cerita itu aku langsung dapat membayangkan bagaimana ekspresi kamu saat mengatakan kata yang cukup menyayat hati itu. Dan aku sudah hafal betul bahwa itu sebagai reaksi kamu ketika dalam posisi tersudut dan untuk melindungi diri. Ya aku kenal sekali ekspresi tersebut. Namun mengapa kamu berkata seperti itu? Mengapa kamu tega mengatakan hal seperti itu? Tak pernah menganggapku padahal aku selalu menganggapmu ada. Apakah itu berarti kamu tak mau mengakui cerita yang dulu pernah kita buat bersama? Apakah kamu malu pernah memiliki aku yang tak seperfect pacar-pacarmu sekarang? Pertanyaan tersebut selalu hinggap dalam benakku dan bahkan sampai saat ini pun aku belum mendapatkan jawabannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar