Welcome to My Lovely Blog ♥

Welcome to My Lovely Blog ♥

Sebenernya blog ini mengisahkan hal-hal tidak penting dalam hidup saya. Namun, jika kamu adalah seorang kepopers bisa dibaca deeeeh. Enjoy it! ♥

Sabtu, 29 Desember 2012

Mengenangmu


Di saat aku sadar akan satu hal
Satu hal dimana hati masih memilihmu
Namun tak ada lagi yang dapat kulakukan
Bahkan waktu pun tak izinkan aku tuk bicara

Bicara tuk ungkapkan semua
Memohon pada waktu tuk kembali
Menjaga utuhnya tali kasih
Mengulang semua kenangan indah

Maaf…
Maaf untuk segala kata penyayat hati
Maaf untuk sebuah kenangan mengiris perih
Maaf untuk semua rindu menyesakkan dada

Tak pernah bermaksud membuatmu luka
Tak pernah berniat melihat hati menangis
Menangis karena cinta kasih tulus yang terabaikan

Memang benar kata pepatah
Sesal selalu datang bila waktu tlah usai
Ya sesal mendalam karena telah mengabaikanmu
Mengabaikan hati yang seharusnya tak pantas menerima itu

Walalu bibir belum berucap
Setidaknya puisi ini tlah bicara
Bicara akan perasaan sesungguhnya
Perasaan yang masih ku pendam
Sampai ia mampu ungkapkan semua

Aku tak berharap banyak kau kan kembali
Kembali untuk membuat kisah indah lagi
Karena mimpi selamanya kan menjadi mimpi
Dan takdir tak izinkan kita tuk bersama

Darimu aku dapat mengenal cinta
Darimu aku mengerti indahnya rasa sayang itu
Dan darimu aku belajar merelakan
Merelakan engkau walau hati terus menangis

Terima kasih untuk semuanya
Terima kasih untuk rasa sayang yang pernah kau beri
Terima kasih untuk kasih yang tak terperi
Dan terima kasih untuk semua kenangan
Yang aku tahu semua takkan terganti

Created by : Eka Maudyna Isdyanti
05 Desember 2012

22 November 2012


Dear diary,

Kalau boleh komentar mengenai diri rasanya kata “munafik” sudah melekat dalam diriku. Mengapa? Aku yang selalu bilang aku sudah lama melupakan sosok dia karena memang kita sudah lama berpisah, nyatanya tidak seperti itu yang ku rasa. Rasanya aku sangat bersemangat jika ada orang lain yang mengajakku bicara untuk membahas tentangnya, dengan begitu aku dapat mengobati rasa kangen yang setiap hari semakin membesar semenjak perpisahan itu. Memang setelah perpisahan itu, aku sudah dua kali mencoba tuk menjalin cerita dengan yang lain. Namun tak dapat bertahan lama, dan tetap saja perasaan untukmu belum hilang. Dan kau pun sudah beberapa kali menjalin cerita dengan orang baru. Berbeda. Aku sudah sering mendengar kata itu yang kini telah menggambarkan kamu yang sekarang. Mereka bilang kini kamu “sok”, “belagu”, dan “gampang pindah hati”. Kata-kata sejenis itu yang sering mampir di telingaku. Awalnya aku tidak percaya. Aku selalu mengelak setiap informasi mengenai kamu dari orang-orang. Aku selalu meyakinkan pada diri sendiri “Aku tahu kamu, aku kenal bagaimana kamu, dan kamu tak mungkin seperti itu”. Rasanya informasi dari orang orang yang intinya selalu menggambarkan perubahan kamu yang sekarang semakin banyak, namun itu tak mampu mengubah kesan yang sudah kamu buat dan telah melekat dalam diri tentang kamu sampai aku harus mengalaminya sendiri. Sampai suatu hari, kamu menitipkan salam melalui teman sekelasku. Jujur aku senang mendapatkan berita itu. Namun di sisi lain, temanku bercerita bahwa kamu tidak menganggapku sebagai masa lalumu. Kamu bilang “kalo mantan mah dulu sekarang sahabat”. Dari cerita itu aku langsung dapat membayangkan bagaimana ekspresi kamu saat mengatakan kata yang cukup menyayat hati itu. Dan aku sudah hafal betul bahwa itu sebagai reaksi kamu ketika dalam posisi tersudut dan untuk melindungi diri. Ya aku kenal sekali ekspresi tersebut. Namun mengapa kamu berkata seperti itu? Mengapa kamu tega mengatakan hal seperti itu? Tak pernah menganggapku padahal aku selalu menganggapmu ada. Apakah itu berarti kamu tak mau mengakui cerita yang dulu pernah kita buat bersama? Apakah kamu malu pernah memiliki aku yang tak seperfect pacar-pacarmu sekarang? Pertanyaan tersebut selalu hinggap dalam benakku dan bahkan sampai saat ini pun aku belum mendapatkan jawabannya.

Ketika Hati Bicara….

Jangan salahkan aku
bila aku seolah tak peduli akan keberadaanmu
bila aku seolah tak mengerti perasaanmu
bila aku seolah tak mengerti akan inginmu

Bukan berarti aku membencimu
Bukan juga karena perasaan itu tak pernah ada
Tapi lihatlah aku dalam dalam
Kenalilah seluk beluk hatiku

Inilah aku
Aku yang tetap menyayangimu
Aku yang tetap mencintaimu dalam bisu
Namun enggan tuk ungkapkan semua

Tak ada yang salah dalam cerita cinta ini
Dalam cerita tentang kita dahulu
Hanya saja keadaan yang tak pernah memihak pada kita

Hingga akhirnya kau memutuskan untuk pergi
Kau tinggalkan aku dalam kenangan
Kenangan yang selalu membuatku mengingatmu
Mengingatkan aku bahwa perasaan ini masih sama

Aku tak ingin berlama dalam keterpurukan
Aku tak ingin pula terlarut dalam kesedihan.
Kesedihan ketika aku menyadari semua tak seperti dulu.
Semua telah berubah dengan aku yang masih menggenggam perasaan ini

Aku mencoba bangkit
Berjuang melawan waktu
Untuk lupa akan kesedihan itu
Dan aku mampu melanjutkan hidup kembali

Dengan aku yang terbiasa tanpa kamu
Begitu juga dengan kamu
Melanjutkan hidup dengan orang yang baru
Mengukir kisah kisah baru

Dan kini aku yang mengira telah melupakan segalanya
Nyatanya hanya menutup perasaan itu dalam dalam
Terus mengelak bahwa perasaan itu masih ada
Hingga akhirnya aku menyerah pada waktu

Tak sanggup lagi untuk terus berdusta
Dusta akan perasaan yang sesungguhnya
Dan aku tak ingin menyesal bila tak ungkapkan semua
Aku disini dan tak ada yang berubah
Masih mencintaimu seperti dulu

Created By          : Eka Maudyna Isdyanti 22 Nov 2012